Rabu, 15 Februari 2023
Jumat, 02 Desember 2022
Konfigurasi VoIP di Cisco Packet Tracer #Part 3
Rabu, 14 September 2022
Jumat, 22 Januari 2021
Cara Kerja Softswitch
Cara Kerja Softswitch
Softswitch merupakan entitas berbagai software yang
menjadikan fungsi kontrol panggilan pada jaringan IP (Internet Protocol).
Softswitch diperkenalkan dan dikembangkan oleh
International Softswitch Consortium (ISC), yang identik dengan sebuah alat yang
mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk
didalamnya adalah jaringan Public Switch Telephone Network (PSTN), Internet
yang berbasis IP, TV Kabel atau Smart TV hingga jaringan seluler melalui gawai.
Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa
depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, yakni mampu memberikan layanan
tripel play sekaligus, dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem
dengan jaringan yang maju seperti teknologi berbasis IP.
Softswitch lebih dikenal saat ini dengan istilah IP-PBX dan jaringan komunikasi
di masa yang akan datang jelas akan terbagi menjadi dua yaitu teknologi
jaringan PSTN dan VoIP.
Fungsi Softswitch
Fungsi softswitch sebagai berikut :
a. Memiliki Fungsi Switching
Teknik switching merupakan salah satu komponen terpenting dalam jaringan
telekomunikasi. Dengan switching, komunikasi point-to-point dapat dilakukan
tanpa harus menghubungkan langsung antara kedua node tersebut.
Selain untuk melakukan switch (menghubungkan) satu dengan yang lainnya untuk
node IP, juga softswitch dapat menghubungkan dan memutuskan antara IP-PBX
dengan PSTN, untuk mengatur lalu lintas berupa data, suara dan video.
b. Fungsi Kontrol
Fungsi kontrol pada teknologi softswitch dilakukan oleh Media Gateway
Controller (MGC) yang bekerja untuk mengarahkan, memvalidasi dan menyediakan
akses bagi pengguna, serta membuat rute pensinyalan ke jaringan PSTN.
c. Fungsi Pensinyalan
Signalling yang dilakukan antar MGC menggunakan protokol Magaco, H.323 dan SIP.
Protokol tersebut menjamin kerja sistem secara optimal. Signalling antara PSTN
dengan IP menggunakan jaringan point-to-point.
d. Fungsi Interface
Softswitch memiliki interface yang disebut dengan Application Programming
Interface (API) yang membuatnya mampu untuk menambahkan atau mengembangkan
server-server yang digunakan untuk menambahkan layanan baru.
Komponen Softswitch
Softswitch terdiri atas komponen-komponen berikut :
- Media gateway controller (MGC) atau Call Agent
Biasa juga disebut sebagai komponen Call Agent. MGC atau Call Agent merupakan komponen utama dari softswitch yang berfungsi untuk meninjau semua bagian dari komunikasi yang terjadi serta mengatur elemen-elemen jaringan lain serta menjembatani jaringan yang berbeda yang diantaranya adalah PSTN, SS7 dan IP Address Jaringan.
- Aplication Server (AS)
Aplication server adalah sebuah entitas dari proses eksekusi aplikasi. Fungsi dari Aplication Server adalah berperan sebagai eksekutor layanan seperti contoh OSS dan NMS.
- Media Server
Softswich harus dapat mengatur trafik panggilan dengan minimal 4 juta BHC (Bussiness Hosted Communications), setiap penambahan trafik maka diperlukan update kapasitas dari Media Server Softswitch, agar trafik dapat berjalan normal. Kapasitas dari sistem ini biasanya di desain dalam bentuk modular.
- Feature Server
Fitur dari aplikasi softswitch juga bisa meningkatkan performa dari pelayanan komunikasi, sehingga harus diperhatikan dalam sisi kualitas.
- Operating Support System (OSS)
Pemilihan Sistem Support dari sistem operasi yang digunakan menjadi mutlak diperhatikan, agar softswitch dapat berkerja secara normal dan tidak banyak perbaikan.
Cara Kerja SoftswitchSoftswitch, customer gateway dan IP telephone mengirimkan
sinyal satu sama lain dalam jaringan paket dengan menggunakan protokol telepon,
seperti H.323 dan SIP.
Setelah sinyal diterima, softswitch akan mengidentifikasi
panggilan masuk yang berasal dari PSTN atau jaringan IP.
Jika pihak yang dipanggil menggunakan IP, maka softswitch
akan mengintruksikan customer gateway sumber dan customer gateway tujuan untuk
membuat rute secara langsung yang masih dalam jaringan LAN/MAN/WAN
Bila yang dipanggil menggunakan jaringan PSTN, maka
softswitch akan mengintruksikan Originating customer gateway untuk membuat rute
menuju Media Gateway (MG) yang berhubungan antara lokal dengan sentral trunk
dan MG bekerja seiring dengan SG.
Salah satu contoh implementasi softswitch adalah VoIP atau telepon melalui internet.
Fitur Softswitch yang harus diperhatikan
·
Proses dial yang cepat (Abreviated Dialing)
·
Proses menghubugnkan yang cepat (Call
Forwarding)
·
Proses menunggu proses panggilan (Call Waiting
Cancel)
·
Mengidentifikasi panggilan (Calling Line
Indetification Presentase)
·
Proses menunggu pemanggilan lain (Clip On Call
Waiting)
·
Multi proses pemanggilan (Conterence Call)
·
Menjaga kualitas panggilan (Confrex)
Selasa, 12 Januari 2021
Bandwidth
A. Bandwidth
Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam
bit/detik atau yang biasanya di sebut dengan bit per second (bps), antara
server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth yaitu luas atau
lebar cakupan frekwensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium transmisi. Jadi
dapat disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas maksimum dari suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam
hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi.
Bandwidth sering dianalogikan dengan lebar jalan raya.
Sedangkan data yang masuk melewati bandwidth diibaratkan kendaraan yang
melintasi jalan tersebut. Semakin sedikit kendaraan yang lewat maka lalu lintas
akan semakin lancar. Kebalikannya, jika kendaraan yang lewat banyak maka lalu
lintas di jalan tersebut akan tersendat sehingga akan mempengaruhi aktivitas
kendaraan lain.
B. Fungsi Bandwidth
Berikut
ini adalah beberapa fungsi bandwidth yang dibagi berdasarkan penggunaannya.
1.
Ukuran Media Pengiriman Data
Fungsi bandwidth yang pertama adalah sebagai ukuran media atau jalur pengiriman data yang dimiliki oleh suatu komputer atau jaringan tertentu. Fungsi ini hampir berlaku di semua tempat yang memiliki jaringan komputer.
2. Membagi Kecepatan Transfer Data
Fungsi
lain bandwidth adalah sebagai pembagi kecepatan transfer data. Sehingga
kecepatan yang dimiliki dapat didistribusikan secara adil ke seluruh pengguna.
Pembagian ini juga untuk membatasi agar antar pengguna tidak saling berebut
bandwidth.
3. Mengatur Besar Data yang Ditransfer
Administrator jaringan terkadang melakukan pembatasan besar data yang dapat diakses atau diunduh dari internet. Hal ini bertujuan untuk mengurangi trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama juga dapat mengganggu stabilitas jaringan karena mempengaruhi kapasitas bandwidth yang tersedia.
C. Jenis-Jenis Bandwidth
Bandwidth memiliki 2
jenis yaitu:
1. Bandwidth Digital
Satuan
hitung dari data yang ditransfer dalam bit per second dalam sebuah jaringan
yang dapat dikirimkan melalui suatu saluran komunikasi tanpa hambatan.
Keterangan mengenai bandwidth :
Rx : Transfer bandwidth
masuk (download)
Tx : Transfer bandwidth keluar (upload)
2. Bandwidth Analog
Fungsinya sama seperti bandwidth digital, yang membedakan adalah satuan hitungnya menggunakan Hertz.
D. Bandwidth
Uplink dan Bandwidth Downlink
§ Bandwidth
Uplink (Batas kecepatan upload)
Pengertian Upload
Upload adalah proses ketika kita mengunggah/mengirim data dari perangkat
kita(gambar,text,video,dll) ke perangkat lain menggunakan jaringan komputer/
internet
§ Bandwidth
Downlink (Batas kecepatan download)
Pengertian
Download
Download adalah proses ketika kita mengambil data (gambar,text,video,dll) ke
komputer kita menggunakan jaringan komputer atau internet.
E. Throughput
Jika Bandwidth adalah kapasitas maksimum dari
suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam
hitungan detik maka Throughput adalah bandwidth aktual atau bandwidth
sebenarnya yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari
menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang mendownload suatu file.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa Bandwidth adalah kecepatan maksimum yang memungkinkan
terjadi dalam transfer data. sedangkan Throughput adalah kecepatan sebenarnya
yang terjadi pada saat transfer data.
Jumat, 08 Januari 2021
3.10 Menerapkan konfigurasi ekstensi dan dial-plan server softswitch
A. Pengertian Extension dan Dial Plan
Extension adalah sekumpulan perintah yang dijalankan berdasarkan urutan2 dari tingkat prioritasnya. Berbeda dengan PABX , dimana extension biasanya berasosiasi dengan telepon, interface atau menu. Beberapa perintah, seperti Dial atau GotoIf, mempunyai kemampuan untuk berjalan ke perintah lain berdasarkan kondisinya.
Dalam extension asterisk sintax yang digunakan di file extensions.conf, setiap tahapan perintah dalam sebuah extension di tulis dalam format seperti :
exten = extension,priority,Command (parameter)
Kesimpulan: setiap “context” memiliki nama, setiap context dapat mendefenisikan satu atau lebih “extension”. didalam extension kita dapat memasukan sekumpulan perintah.
Komponen yang membangun tahapan perintah extension:
- Extension adalah label dari extension, dapat berupa string atau pola yang harus di evaluasi secara dinamik untuk mencocokan dengan banyak kemungkinan nomor telepon.dan setiap bagian dari extension harus memiliki label yang sama.
- Priority biasanya berupa angka integer. Adalah urutan dari perintah yang harus dijalankan dalam sebuah extension. Perintah pertama yang dijalankan harus dengan prioritas 1, jika tidak ada prioritas 1 maka asterisk tidak akan menjalankan perintah extension.dan seterusnya
- Command atau perintah adalah "aplikasi" yang akan di jalankan oleh Asterisk.
- Parameter adalah parameter yang harus diberikan kepada sebuah command. Tidak semua command / perintah membutuhkan parameter, beberapa perintah dapat dijalankan tanpa parameter.
- Dial-Plan berfungsi sebagai routing panggilan antar ekstensi, baik yang berada dalam satu IP-PBX ,(lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial trunk. Dalam Asterisk, Dial Plan diprogram dalam satu file yang bernama extensions.conf. Secara umum, setiap ekstensi dalam Asterisk merujuk pada user tertentu yang ter-register ke Asterisk tersebut sehingga biasanya nomor ekstensi sama dengan id user.
Jumat, 01 Januari 2021
Selasa, 11 Agustus 2020
Firewall
Teknologi Firewall, Jenis-jenis Firewall, Karakteristik
Firewall, Arsitektur firewall, Firewall based OSI Layer, Layanan firewall dan Firewall
Policies.
1. Firewall
Pembatas jaringan local dengan jaringan luar
a. Paket filtering
Metode paket filtering ini menggunakan system memotong paket
data dengan potongan yang kecil kecil untuk kemudian di analisis,mana paket
yang bisa di teruskan mana paket yang harus di drop, jump, atau allow.
b. Stateful inspection
Adalah metode membandingkan isi paket dengan database
sumber.contoh database sumber dari server .
2. Teknologi firewall
a. Service control ( kendali terhadap layanan)
Maksudnya Jenis tipe ini layanan yang digunakan di internet
dan boleh di akses baik ke dalam maupun keluar firewall, dengan cara mengecek
no ip dan no port yang di gunakan.
b.Direction control ( kendali terhadap arah )
Ini Berdasarkan arah berbagai permintaan ( reques) terhadap
layanan yang akan dikenali dan di ijinkan melewati firewall.
c. User control ( control terhadap pengguna )
teknologi ini di gunakan untuk membatasi user dalam
mengakses jaringan luar dan local.
d. Behavior control ( kendali terhadap perlakuan )
teknologi ini di gunakan untuk menyaring layanan pengguna
dengan cara mengijinkan atau tidak untuk mengakses layanan tertentu.
Contoh : bloking terhadap akses fb, email, youtube
3. Jenis – jenis firewall
a. paket filtering gateway
Yaitu firewall yang bertugas untuk melakukan penyaringan
terhadap paket- paket dari luar jaringan yang yang di lindunginya.
Contoh : paket tersebut akan menuju serverkita
dengan yang menggunakan alamat ip 200.51.226.16 dengan port 80, kemudian
atribut atau headernya yang di gunakan untuk dilakukan eksekusi penyaringan.
b. Aplikasi layer gateway
model firewall ini bisa di sebut juga proxy firewall
mekanisme ini terjadi pada firewall yang hanya menahan paket paket tersebut.
Bila melihat dari sisi layer TCP/IP , firewall jenis ini
akan melakukan filtrasi pada layer aplikasi (application layer )
Layer TCP / IP
1. Layer Physical
2. Layer Network
3. Layer Internet
4. Layer Transport
5. Layer Aplikasi
c. Circuit Level Gateway
Bekerja pada transport layer , system kerjanya akan
melakukan pengwasan terhadap hubungan TCP , yang di sebut TCP handshaking.
TCP handshaking yaitu proses untuk menentukan ,apakah sesi
hubungan tersebut di perbolehkan apa tidak.
d. Stateful multilayer inspection firewall
Yaitu model firewall dari ke tiga model di atasnya. Firewall
ini berkerja pada layer TCP /IP pada layer aplikasi dan internet layer.
4.Karakteristik Firewall
a. Seluruh hubungan atau kegiatan dari dalam ke luar jaringan
harus melewati firewall
b. hanya kegiatan / koneksi yang terdaftar atau di kenali
yang dapat melewati firewall
c. Firewall harus lebih kuat di banding dengan serangan atau
kelemahan dari luar jaringan.
5. Arsitektur Firewall
a. Arsitektur dual-homed host
Arsitektur ini di buat sekitar komputer du-homed host. Yaitu
komputer yang memiliki paling sedikit dua atarmuka jaringan.
b. Arsitektur Screened host
arsitektur ini menyediakan layanan dari sebuah host pada
jaringan internal dengan menggunakan router terpisah.
c. Arsitektur screend subnet
yaitu menambahkan sebuah layer pengamanan pasa arsitektur
screened host, dengan menambahkan lagi pengamanan yang lebih meng isolasi
jaringan internal dari jaringan internet.
6. Firewall- based OSI layer
Firewall ini memi liki hubungan dengan OSI layer yaitu tipe
aplikasi level gateway. Proxy ini dikenal dengan proxy server .
7. Layanan Firewall
Pada jaringan layanan firewall sebagai garis terdepan dari
sebuah jaringan untuk mencegah hack terhadap system jaringan kita
Firewall secara umumm bertujuan untuk melayani:
a. Mesin komputer
Melindungi isi komputer jika terhubung dengan jaringan luar
.
b. Jaringan
Melindungi lebih dari satu komputer dan berbagai topologi
jaringan baik yang dimiliki perusahaan , oragnisasi atau perorangan.
8. Firewall Policies
a. Sebagai Pos keamanan jaringan
Maksudnya semua lalulitas jaringan yang mausuk maupun keluar
jaringan harus melalui firewall sebagai pos keamanan yang akan di lakukan
pemeriksaan .
b. Mencegah informasi berharga bocor tanpa sepengetahuan
untuk firewall ini banyak terpasang untuk FTP,
sehingga lalulintas data di kendalikan.
c. Mencatat aktifitas pengguna
Setiap akan mengakses data pengguna jaringan akan melalui
firewall yang mencatat sebagai dokumentasi .
d. Memodifikasi paket data yang dating
Di kenal juga dengan istilah NAT
e. Mencegah modifikasi data pihak lain
Firewall ini akan mencegah modifikasi data agar tetap dalam
keadaan aman dan utuh.
Selasa, 04 Agustus 2020
Pengertian Firewall, Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Cara Kerja Firewall
- Menjadi pengatur, penyaring, dan pengontrol trafik data yang dapat masuk untuk mengakses jaringan privat yang telah dilindungi firewall.
- Mencatat semua transaksi dari seluruh peristiwa yang terjadi di dalam firewall.
- Mengecek dan memeriksa terlebih dahulu paket data yang akan melalui jaringan privat.
- Melaksanakan autentifikasi ke akses data.
- Menjadi pengatur trafik data terhadap jaringan satu dengan jaringan lain.
- Mengatur port maupun paket data yang diizinkan atau ditolak.
- Menjadi pemantau dan pencatat trafik jaringan.
- Autentifikasi terhadap akses
- Personal Firewall
- Network Firewall
Februari 15, 2023



